Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu Adakan Sosialisasi Hukum Waris

Mass media seringkali menulis mengenai warisan yang menjadi pertentangan terkait pembagian warisan, bahkan pertentangan itu terjadi ketika seorang pewaris masih hidup. Padahal, tidak ada pembagian harta warisan selama pewaris masih hidup. Sebab salah satu syarat dalam pembagian waris adalah matinya pewaris. Kalau pewarisnya masih hidup, maka tidak ada pembagian waris. Yang bisa dilakukan hanyalah hibah atau wasiat, tetapi bukan bagi waris.

Cukup banyak yang belum tahu mengenai apa itu pewaris, ahli waris, hibah, wasiat dan pembagian warisannya. Oleh karena itu, pada tanggal 16 Oktober 2016, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Kota Kinabalu bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan sosialisasi tentang Hukum Waris yang dilaksanakan di Wisma Indonesia Kota Kinabalu Sabah.

Ketua DWP KJRI, Iit Muhitoh didampingi oleh Dani Syarifuddin menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini yang didukung kantor Konsulat Jenderal RI telah mengundang DR Fal. Arovah Windiani dan Heni SH, MH dari UMJ sebagai nara sumber. Sedangkan para peserta yang hadir berjumlah 70 orang terdiri dari seluruh angota DWP dan ditambah dengan masyarakat yang berminat.

Iit Muhitoh selanjutnya menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya DWP untuk meningkatkan pegetahuan anggota terhadap suatu masalah yang secara umum terdapat di masyarakat. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk presentasi dan tanya jawab, serta memberikan berbagai contoh kasus. Sungguh ini adalah kegiatan yang amat sangat bermanfaat bagi anggota DWP,” kata Iit.

Sebelumnya ditemui secara terpisah, Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan mengatakan menyambut positif diadakannya kegiatan ini. Kegiatan ini sangat penting karena masalah Waris adalah hal yang akan dilalui oleh semua orang yang hidup. “Ketika satu orang meninggal, itu pasti akan meninggalkan waris yang bisa menjadi masalah jika tidak diselesaikan dengan betul,” ujar Konjen Irfan.

Sementara itu seorang ibu, Ny. Yanti Hisam mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat. Katanya, bahwa dalam sebuah keluarga, maka perlu diatur hak dan kewajiban antara Pewaris dan Ahli Waris. Ketidaktahuan mengenai pembagian harta waris seringkali dapat memecah hubungan persaudaraan. “Menyadari resiko bermasalahnya pembagian harta waris, mengingat orang tua saya sudah sangat sepuh, maka saya menyempatkan diri hadir dalam acara ini,” ujarnya mewakili ibu-ibu peserta lainnya.

Sabah adalah sebuah negeri yang tergabung dalam sebuah Federasi Malaysia. Jumlah penduduk Sabah berkisar 3,2 juta jiwa sedangkan jumlah WNI diperkirakan 500 ribu dimana sebgaian besarnya adalah pekerja ladang sawit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*